Euforia di balik rasa berhasil sudah diwisuda ternyata menimbulkan “masalah” lain. Kebimbangan untuk mulai beranjak dari dunia pendidikan ke dunia kerja ternyata menimbulkan masalah bagi sebagian orang. Tentu rasanya menyenangkan ketika sudah wisuda dan cepat dapat kerja, syukur kalau memang sesuai passion. Bagaimana dengan mereka yang justru masih mempertimbangkan hendak kerja apa? Atau bagaimana dengan mereka yang sudah enam bulan menganggur terhitung waktu wisuda?

Menguasai dan memanajemen diri sendiri menjadi kunci utama untuk menghindarkan kita dari tekanan ini. Hanya saja, cara-caranya akan lebih disederhanakan sebagai berikut.

1. Fokus pada kesehatan.

Belum dapat kerja? Jangan khawatir. Ambil sisi positifnya. Selama kamu belum kerja, kamu bisa mengisi waktu untuk fokus pada kesehatanmu. Yang terlalu kurus bisa lebih menggemukkan badan, atau yang terlalu gemuk bisa mulai olah raga dan atur makan agar memiliki tubuh ideal. Kesehatan menjadi salah satu faktor pendukung kerja yang penting. Maka tidak heran kalau proses seleksi kerja nantinya juga akan diadakan tes kesehatan.

2. Perluas pengalaman.

Baik dengan kerja freelance atau mengikuti kepanitiaan organisasi bisa jadi opsi untuk menambah pengalaman dan membunuh waktu yang selama ini kamu gunakan untuk mengutuk diri. Dalam dinamika seperti ini, kamu juga bisa sembari merefleksikan diri tentang apa yang sesungguhnya kamu inginkan untuk kehidupanmu nanti, pekerjaan seperti apa yang kamu mau, apakah kamu benar-benar akan kerja langsung atau memilih S2 dulu. Opsi ini juga bisa menjadi nilai tambahmu karena kamu tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.

3. Membuat perencanaan masa depan.

Ketika kamu sudah mengetahui apa yang hendak kamu lakukan atau apa yang menjadi impianmu, rencanakan dan raihlah! Mungkin salah satu faktor kegagalanmu selama ini adalah kurang perencanaan matang terhadap suatu target yang kamu inginkan. Belajarlah selama masa kamu masih mencari pekerjaan yang cocok. Ini akan menjadi nilai tambahmu apabila nanti ketika kamu melamar pekerjaan dan melakukan sesi interview.

4. Perluas jaringan pertemananmu dan pertahankan yang sudah ada.

Kamu tidak akan tahu dari mana rejeki pekerjaanmu datang. Tetap bina hubungan baik dengan teman-temanmu dan buat pertemanan baru. Semakin luas jaringanmu, semakin besar kesempatanmu bertemu dengan pekerjaan yang sesungguhnya menjadi passion-mu. Selain itu, menjalin pertemanan yang besar juga lebih mampu membuka pandanganmu terhadap suatu hal. Harapannya hal ini bisa membuatmu lebih obyektif melihat fenomena sekitar, termasuk kondisi ketika kamu sedang down hanya karena teman-temanmu sudah memiliki pekerjaan lebih dulu.

5. Stop berpikir kalau kamu tidak lebih baik dari teman-temanmu.

Pikiran kita bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri. Banyak kasus terjadi saat seseorang menjadi stres karena pikirannya sendiri. Ini mungkin juga terjadi padamu, pada kita, yang berpikir bahwa kita tidak lebih baik dari teman-teman seperjuangan hanya karena kita belum mendapatkan pekerjaan. Ingatlah, hanya karena belum punya pekerjaan tak membuat nilai diri kita lebih rendah atau lebih buruk dibandingkan orang lain.

Kami tahu bahwa tips ini juga berpotensi menimbulkan cibiran bagi sebagian dari pembaca yang berpikiran negatif atau tertutup. Bahwasanya panduan ini sekadar memberikan motivasi yang belum tentu bisa menyelesaikan permasalahan seseorang yang stres karena belum dapat pekerjaan. Tetapi percayalah, sebenarnya kunci untuk menyelesaikan tekanan tersebut ada pada diri kita masing-masing. Tips dan panduan ini hanya membantu untuk mengarahkan pola pikir kita agar lebih positif dalam menghadapi suatu fenomena. Jangan lelah berjuang dan terus menjadi lebih baik lagi, wahai jobseeker!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here