MEWUJUDKAN HALAL VALUE CHAIN SECARA DIGITAL

129

Usaha untuk mewujudkan halal value chain (rantai nilai halal) menjadi topik yang saat ini menarik untuk dibahas. Terlebih di Indonesia yang notabene adalah negara dengan umat muslim terbesar di dunia. Seperti diketahui bersama, halal value chain menjadi indikator dalam perkembangan bisnis halal yang kini jadi tren di masyarakat. Ekosistem halal value chain secara digital sedang dikembangan oleh Bank Indonesia (BI). Banyak perusahaan dan pelaku bisnis halal yang menyampaikan kesiapannya dalam mewujudkan program dari BI tersebut.

Salah satu dukungan muncul dari CEO dan Founder Oorth, Krishna Adityangga. Menurut Krishna, halal value chain adalah goal dari sebuah evolusi bisnis yang berlaku di pasar global. Label “halal” tidak lagi sekedar halal on food (halal pada makanan). Lebih jauh, halal menjadi sebuah gaya hidup yang sedang menjamur di masyarakat. Selain itu, Implementasi halal juga dilakukan pada berbagai sektor industri, seperti pada sektor keuangan, fashion, dan pariwisata.

“Negara-negara dengan mayoritas penduduk non-muslim pun coba menerapkan halal lifestyle, seperti di negara Thailand, Singapura, Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Australia, dan Selandia Baru. Sejak dua tahun lalu, negara-negara tersebut sudah mengeluarkan buku panduan halal, khususnya diperuntukkan bagi para wisatawan,” kata Krishna.

Pengembangan halal value chain ini tentu punya alasan. Hingga saat ini, Indonesia punya 222 juta jiwa penduduk yang beragama muslim, yang merupakan pasar potensial untuk produk halal. Saat ini label halal tidak lagi sekedar halal on food (halal pada makanan). Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan adanya kepastian halal pada berbagai aspek kehidupan.

Oorth Untuk Komunikasi Digital Halal Value Chain

Perkembangan media dan komunikasi juga tidak luput dari salah satu elemen vital bisnis halal dalam ekosistem halal value chain. Pesatnya arus informasi dan perkembangan media harus terus diawasi secara bijak. Namun, seiring perkembangan tersebut, justru banyak bermunculan efek negatif, seperti ujaran kebencian, pelecehan, serta konten sara dan pornografi.

Sebagai produk komunikasi dalam wujud aplikasi komunitas, Oorth senantiasa menyuguhkan beragama informasi positif terkait kebutuhan seluruh penggunanya. Kedepannya, Oorth mengembangkan algoritma yang mencegah munculnya konten bermuatan negatif, seperti sara, pornografi, dan provokatif.

“Oorth akan berkontribusi untuk mewujudkan halal value chain di Indonesia. Kami punya fitur yang ramah untuk pengguna, baik user personal dan komunitas. Termasuk di dalamnya ada fitur zakat online yang mendapat rekomendasi langsung dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Oorth akan menjamin segala aktifitas di dalam aplikasi selalu dalam koridor kebaikan” jelas Krishna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here